Kamis, 26 November 2009

Mengembangkan indera peraba dan pengecap balita

Stimulasi indera diperlukan untuk perkembangan otak yang akan menentukan kecerdasan anak. Begitu juga dengan stimulasi indera peraba dan pengecap juga akan mengoptimalkan perkembangan otak, selain stimulasi indera pendengaran dan penglihatan. Nah, usia batita merupakan the golden age atau masa pesat perkembangan otak di usia 0-3 tahun. Jadi manfaatkan masa ini dengan sebaik-baiknya.

Sekadar untuk Anda diketahui, pada usia awal tumbuh kembang batita, fungsi kedua belahan otaknya masih sama. Hal ini bisa terlihat dari caranya meraih benda dengan menggunakan kedua tangannya. Setelah otak berkembang, secara individual fungsi belahan otak kanan dan kiri menjadi berbeda. Perkembangan ini menyebabkan batita cenderung memakai tangan tertentu (umumnya tangan kanan) untuk melakukan sesuatu.

Tujuan stimulasi alat indera, yaitu untuk mengembangkan hubungan antara satu saraf dengan saraf lain. Dengan demikian, saat anak sudah sekolah, ia akan lebih cepat menangkap pelajaran yang diberikan. Bahkan beberapa ahli percaya, kalau tidak ada rangsangan, jaringan otak akan mengecil akibat menurunnya jaringan fungsi otak.

Sebenarnya, secara tidak sadar, orangtua sudah melakukan beberapa stimulasi indera sentuhan dari hari ke hari. Hanya saja, mungkin upayanya kurang maksimal. Agar lebih maksimal berikut beberapa saran yang mungki dapat Anda ikuti, seperti pijat.

Pijatan dapat memberi efek relaksasi pada batita. Penelitian membuktikan bayi prematur yang sering dipijat akan tumbuh lebih baik, lebih cepat, lebih tenang serta lebih jarang menangis ketimbang bayi-bayi prematur yang tidak dipijat. Dan jika bayi Anda dipijat tanpa mengenakan pakaian, pilih ruangan yang cukup hangat.

Karena kebanyakan waktu batita dihabiskan di atas ranjang. Nah, untuk menstimulasi indera peraba, lapisi ranjang dengan alas tempat tidur yang lembut dan hangat sehingga ia merasa nyaman di dalamnya.

Untuk menstimulasi indera peraba, bayi perlu mengenal konsep kasar-halus atau keras-lunak. Salah satu caranya, Anda dapat mengenalkan kepadanya berbagai tekstur bahan seperti sutera, satin, velvet, kulit, handuk dan sebagainya. Selain itu, Anda dapat juga memanfaatkan kegiatan sehari-hari. Seperti memanfaatkan waktu mandi, Anda dapat mengenalkan sifat sabun yang licin.

Selain itu, Anda dapat mengajaknya berjalan-jalan tanpa alas kaki sehingga ia dapat merasakan perbedaan tekstur, kala ia menyentuh lantai, karpet, atau rumput. Dengan cara ini sekitar usia 2 tahun ia mulai bisa menyebutkan kalau batu itu keras atau sutera itu lembut.

Untuk menstimulasi indra pengecap, ada beberapa saran yang mungkin dapat Anda ikuti, seperti memberi ASI. Menyusui bayi dengan ASI merupakan salah satu cara merangsang indera pengecap bayi. Beberapa pakar mengatakan, bayi yang menyusu ASI akan lebih jarang mengisap jari ketimbang yang menyusu dari botol. Waktu menyusu yang ideal sekitar 30 sampai 40 menit. Di atas 20 menit sebenarnya susu ibu sudah kosong, namun bayi tetap mengisap puting ibunya demi memenuhi kebutuhan mengisapnya.

Selain ASI, menginjak usia 6 bulan, mulailah perkenalkan anak dengan berbagai macam rasa makanan agar saat besar nanti indera pengecapnya terbiasa dengan aneka jenis makanan. Selain itu, ia akan tumbuh menjadi anak yang tidak pilih-pilih makanan.

Yang terpenting, saat memberinya stimulus tersebut, ajaklah batita Anda bercakap-cakap. Dengan begitu, perkembangan bahasanya pun akan ikut terangsang. Selain itu Anda juga dapat menjalin kedekatan dengan anak.

0 komentar: