Kamis, 26 November 2009

Makan Bersama Mempererat Keharmonisan Keluarga

Dalam keluarga, makan bersama merupakan media untuk memberikan nilai, norma serta sistem. Bagaimana menyampaikan kasih sayang lewat makanan. Namun, bisa dilihat di Indonesia, ajang makan bersama keluarga makin terlihat jarang. Padahal, makan bersama sangat penting dalam memperkuat ketahanan keluarga.


Makan bersama bisa menjadi media utama afeksi melalui tatapan, serta sentuhan. Selain itu dapat memperkuat harmonisasi keluarga (suami-istri, orangtua, dan anak). Makan bersama merupakan media untuk jatuh cinta pada anggota keluarga. Bisa menjadi tempat sharing, berbagi informasi, serta kasih sayang.

Untuk Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai manfaat dari makan bersama, Dr Erna Karim, sosiolog keluarga dari FISIP Universitas Indonesia memberikan pemaparannya.

"Sebagai anak, ajang makan malam bersama bisa dilanjutkan dengan obrolan-obrolan santai. Bisa di meja makan, ataupun berpindah tempat di halaman depan rumah. Sebagai sosok istri, duduk sambil sesekali menyentuh dan mengusap kepala, telinga, punggung, serta lengan suami bisa sebagai tanda begitu meluapnya rasa cinta dan kasih untuk pasangannya. Sebagai seorang ibu, duduk di hadapan anak menguatkan pesan, nilai, norma serta kasih sayang lewat makanan," ujar Dr Erna saat peluncuran gerakan "Ayo Makan Bersama!" Royco di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Ditambahkan wanita berkerudung ini, kebiasaan makan bersama merupakan resosialisasi yang bisa membawa nilai dan norma di tengah-tengah keluarga.

"Resosialisasi ialah mengenalkan kembali. Makan bersama sangat penting, karena orangtua sebagai agen utama, yaitu agen perubahan. Kalau tidak ada makan bersama, bagaimana orangtua bisa memberikan nilai dan norma di dalam keluarga," imbuhnya.

Senada dengan Dr Erna, psikolog keluarga dari Fakultas Psikologi UI Dr Rose Mini MSi yang turut hadir pada kesempatan tersebut juga memaparkan manfaat makan bersama.

"Kebiasaan makan serta postur tubuh dapat dibangun melalui makan bersama. Pola duduk, cara makan dapat terlihat ketika ajang makan bersama. Disiplin dimulai dari makan bersama. Sehingga makan jadi lebih teratur dan dapat terhindar dari maag," jelas wanita berkacamata itu.

Lebih lanjut, psikolog keluarga dari Fakultas Psikologi UI ini menjelaskan bahwa kebiasaan makan bersama menjadi ajang ibu mentransfer norma kepada buah hatinya.

"Dengan makan bersama, itu merupakan media ibu mentransferkan norma ke anak. Ada kegiatan di mana kita bisa saling berempati, dan makan bersama bisa menjadi media tersebut. Selain itu, makan bersama dapat membangun keharmonisan keluarga, dan melatih individu dalam memecahkan masalah," imbuhnya.

Nah, jadikan makan bersama sebagai rutinitas keluarga Anda!

0 komentar: